Ibuku sayang,
Aku tidak tahu, tapi beberapa bulan ini aku sering teringat pada ibu. Teringat pada dosa-dosa dan kebaikan ibu yang sering kulupakan.
Begitu banyak pengorbanan yang ibu lakukan buatku, tapi apa yang kubalas? Aku bahkan belum sempat membalas apa-apa. Untuk menyenangkan hatimu saja aku belum mampu. Aku merasa menjadi anak yang tidak berguna. Benar begitu, Bu?
Aku teringat kebaikanmu yang tidak dapat kuhitung saking banyaknya. Ketika aku sedih, ibu datang kepadaku mengajak bercanda. Ibu akan menceritakan hal-hal lucu untuk membuatku tersenyum lagi. Ketika aku menjadi juara kelas, ibu akan memberiku selamat. Meskipun aku sebal karena tidak mendapat hadiah (ibu selalu menjawab hadiahnya selamat ketika aku bertanya apa hadiah buatku), belakangan aku tahu bahwa ucapan selamat itulah yang membimbingku untuk lebih baik lagi di semester berikutnya. Ketika aku menghadapi ujian, ayah dan ibu selalu berpuasa demi mendoakan anaknya yang tidak tahu berterima kasih ini. Ketika aku putus asa menunggu hasil SNMPTN, ibu selalu membesarkan hatiku bahwa apapun hasilnya adalah yang terbaik bagiku, diterima atau tidak. Bahwa Allah punya rencana lain yang lebih indah jika aku tidak diterima SNMPTN. Ibu bahkan menghiburku denganmengatakan bahwa dirinya tidak akan malu kepada teman-temannya jika aku masih belum mendapat kursi di perguruan tinggi. Padahal aku tahu kalau orang tua lain akan sangat malu bila anaknya saja yang belum diterima di perguruan tinggi. Semua hal telah dilakukan oleh ibu, hanya untuk membuatku bersemangat kembali, untuk meyakinkanku bahwa nasib orang selalu berputar.
Tapi apa yang kubalas? Berterima kasih pun jarang aku lakukan.
Aku jarang mengucapkan terima kasih pada ibu yang telah membuatku melihat dunia ini, meskipun aku sangat ingin mengatakannya sambil mencium tanganmu. Mungkin aku malu. Tapi tidak jelas malu kepada siapa. Aku selalu ingin membuatmu bahagia telah melahirkanku ke dunia ini. Aku ingin ibu tersenyum dalam setiap tindakan yang kulakukan.
Aku mungkin tidak pernah mengatakannya secara langsung. Tapi ketahuilah, Bu, kaulah orang yang selalu kuingat di saat aku hampir menyerah. Kepada ibu aku memperuntukkan doaku agar diijabahi Allah. Sebab aku tahu kalau ibu akan selalu mendoakanku meski aku sering melukai hati ibu. Mungkin rasa sayangku tidak sebesar seperti milikmu. Bahkan ribuan ibu lain tidak akan dapat menandingi kebaikanmu padaku. Seluruh kenikmatan dunia bila dikumpulkan jadi satu juga tidak akan mampu membayar kasih sayang yang sudah kau berikan padaku selama 19 tahun ini, sejak aku masih di dalam perutmu.
Aku menyayangimu, ibuku. Sungguh-sungguh menyayangimu. Karena langit runtuh pun dapat kau tegakkan kembali dengan satu kata maaf darimu. Semoga lain kali aku dapat mengatakan langsung kepadamu. Dan semoga rahmat Allah selalu tercurah padamu siang dan malam.
Dengan segenap cinta,
Anakmu yang ingin membahagiakanmu.
Friday, March 4, 2011
Friday, February 25, 2011
Uang Logam 5000 Rupiah
Ha? Serius neh?
Gw barusan browsing nyari-nyari kebenaran berita ini di jenk gugel. Eh, ternyata cuma wacana doang. Fiuh.. untung aja. Gw pikir beneran, soalnya gak enak juga kalo pemerintah ternyata memutuskan untuk membuat uang koin pecahan 5000 ini. Bayangin gimana malunya kalo kita ngantongin beberapa duit logam 5000an di saku sambil lari-lari (eh, ngapain juga lari-lari?). Pasti bunyinya bakal heboh. Cring cring cring... 
Tapi gak ada salahnya gw share berita ini. Siapa tau kalo emang bener direalisasikan kita bisa siap-siap membuat celana kedap suara (biar suara gemerincing koinnya gak kedengeran orang lain). Haha. Lebay deh lo.
Oke, ini beritanya yang gw kutip dari sini.
******
Bank Indonesia (BI) akan mengeluarkan uang pecahan Rp 5.000 dalam bentuk uang logam. Hal tersebut sesuai dengan rencana bank sentral yang ingin mengembangkan peredaran uang logam karena lebih efisien dan tahan lama. Namun Budi belum bisa memastikan kapan rencana penerbitan uang logam 5000 rupiah ini dilakukan. "Saat ini masih dalam wacana," tuturnya.
Budi menambahkan, pecahan dalam bentuk uang logam dengan nilai yang paling besar saat ini Rp 1.000, yang diresmikan Wakil Presiden Boediono pada 20 Juli 2010. Menurut Budi, penggunaan uang logam sebenarnya lebih efisien dibandingkan dengan uang kertas.
"Uang koin atau logam itu lebih efisien dan bisa lebih awet. Serta biayanya pengedaran uangnya lebih murah dimana biaya dibagi massanya itu lebih kecil," tuturnya.
Menurut Budi, pengembangan uang logam 5000 rupiah terbaru ini juga seiring dengan kampanye bank sentral pada beberapa waktu lalu yakni Gerakan Peduli Koin. Gerakan tersebut bertujuan untuk mendorong tumbuhnya budaya masyarakat dalam mengoptimalkan penggunaan uang pecahan koin dalam kegiatan transaksi dan mendorong agar pedagang memiliki budaya yang sama dan bertanggung jawab dalam memberikan hak konsumen berupa pengembalian dalam bentuk uang bukan bentuk lainnya.
Gerakan peduli koin nasional ini dilakukan bank sentral bersama dengan Kementerian Perdagangan beserta Asosiasi Peritel Indonesia (Aprindo) yang dicanangkan pada 31 Juli 2010.
Mudah-mudahan saja dengan adanya uang logam 5000 rupiah ini semakin mempermudah kita dalam proses transaksi keuangan, karena tentu uang koin akan lebih simpel dari uang kertas dan tentu tahan lama.
*******
Nah, sekarang tinggal nunggu kebijakannya pemerintahan aja. Kalo gw sih gak nolak juga sama kebijakan ini. Apapun yang dibuat pemerintah kalo tujuannya biar Indonesia semakin maju, why nut (kenapa kacang)?
Cheers..
Sunday, February 20, 2011
Sejarah Nama ''Yahoo"
Seperti judul postingan kali ini, gw mo ngebahas Yahoo dan asal usulnya. Pasti bagi kalian yang sering berkutat dengan internet familiar banget dengan istilah yang satu ini. Hmm.. tapi tau kepanjangannya gak? Jangan-jangan cuma sering make tapi gak tau kepanjangannya lagi. Hehe.
Oke, bagi yang belum tau, gak ada salahnya kan kalo gw mengulas. Yet Another Hierarchical Officious Oracle atau yang biasa kita sebut Yahoo memiliki arti sebagai “Sebuah tempat bertanya yang paling tahu segalanya yang disusun secara bertingkat dan sistematis.” Satu hal yang bikin gw interest : banyak pemerhati simbol dan pakar sejarah peradaban kuno menganggap kata ini berasal dari akar tradisi bangsa Yahudi. YAHOO! Sesungguhnya berasal dari istilah ‘YHMH’ (Yahweh) dalam bahasa Ibrani yang berarti Tuhan. Jedyer!
Secara kebahasaan, kata Yah atau Yahoo memang sulit dimengerti. Dari mana asal kata Yah, banyak orang yang tidak tahu. Dari kata Yah kemudian menjadi kata Yahoo. Menurut Abbas Mahmud Al-Aqqad, kata tersebut dimungkinkan merupakan nama suatu benda di alam ini. Atau, bisa jadi, menurut Al-Aqqad, kata Yah berasal dari kata Yahu. Istilah Yahu merupakan sebutan untuk memanggil seseorang yang jauh tak terlihat. Jika dikaitkan dengan ajaran Judaisme, hal ini sesuai dengan ajaran Nabi Musa. Kepada Bani Israel, Nabi Musa selalu mengingatkan agar mengingat Tuhan sebagai tanda bakti kepada-Nya. Caranya cukup hanya dengan isyarat saja. Yaitu isyarat menyebut seseorang yang berada di kejauhan yang tidak terlihat. Kata Yahu adalah isyaratnya. Dahulu, bahasa Ibrani belum mengenal huruf vokal (“e”) hingga tahun 500 M. Setelah mengenal huruf vokal tersebut, kata Yahu berubah menjadi Jehovah. Secara harfiah, kata Yahoo atau Jehovah berarti “Raja” atau “Tuhan” (Ahmad Syalabi, 2006).
Ternyata benar klaim bangsa Yahudi-Zionis. Mereka mengklaim telah menguasai dunia lewat jaringan informasi, terutama internet. Buktinya, salah satu nama program pada jaringan internet menggunakan nama tuhan “Jehovah” dalam sejarah mereka.
Nah, sekarang kita tambah sadar, bahwa selama ini kita sangat dekat dengan paham Yahudisasi, bahkan kita bergantung banget sama mereka. Kenapa? Karena ia menempel pada nama-nama untuk beberapa produk teknologi canggih. Kalo internet aja udah dikuasai sama bangsa Yahudi, terus, kita mesti ambil tindakan apa? Memang sulit menyikapinya. Kalo setelah baca postingan ini lo bakal gak mau pake Yahoo! lagi, gw bakal ngatain lo bego. Gw ngatain bego bukan tanpa alasan. Bagaimana pun kita butuh yang namanya informasi, dan kita juga butuh Yahoo!..
Okelah, gak usah diperdebatkan lagi. Intinya, kita boleh waspada, kita juga boleh bersikap anti-Yahudi. Tapi, kalo mo memboikot produk-produk bangsa Yahudi gw rasa itu tindakan ceroboh. Yang jelas, selama itu memberikan manfaat buat kita, why not? Tapi kalo malah banyak mudharatnya, bahkan sampai ngerusak akidah, mending go to hell aja. Inget prinsip Kaizen : ambil yang baik, buang yang buruk, ciptakan yang baru.. Hahaha.. ESQ mode on deh :p
Oke oke, happy Monday ya 
Keep smiling and always cherio !
Subscribe to:
Posts (Atom)

