Saturday, January 9, 2016

Year-End Trip to Papuma

Can't believe it's already 2016! This past year has been a crazy one and has really flown by. And since it's still January, I'd like to wish you guys a Happy New Year. Let's fill 2016 with more laugh and fun journey! :D

Anw, I finished the year with a trip to some beaches in 3 different cities with my big family from mom's side. We decided to rent a big van car that could accommodate about 17 people altogether and hired a driver so that my dad could rest. Everything was going smoothly beside the hotel thingy. Yes, we hadn't booked hotel because it was so frustrating to find a room during the peak season.

Skip the hotel. Few days later, with a bursting backpack at the seams with clothes, googles, sunglasses, snacks, and other beach essentials, we arrived at the beach. The first beach we visited was Pantai Tanjung Papuma that located in Jember. It took about 1,5 hours by car to reach the beach from my hometown. We arrived around midday so it was hella hot bcs the sun was just right above us. The beach was so packed with people of all ages that seemed to be okay with the heat. I didn't want to just simply sitting under the tree so I left my sandals in the van and tried to walk barefoot on the sand. WORST. DECISION. EVER. It was freaking hot that I felt my skin burning.

I regret to leave you here, dear sandal

I wore my sandal again and put on the sunglasses then headed back to the beach to take more photos with my cousins.







Le cousins

After ate enough sand and took a sip of salt-water taking selfie, we were having lunch by the beach then back to the van to continue our journey bcs Papuma was really hot that day so we left earlier than what we planned before.

I skip the other beaches bcs it will be long post and I'm too lazy to type *lol*. So yeah, I had a reaaaally great holiday especially when it was spent with the ones you love. It sure is a sweet and memorable thing to end 2015. ♥

Tuesday, October 28, 2014

Pengalaman Odontektomi (Operasi Gigi Geraham Bungsu)

Yeah, yeah, I know. Ini postingan pertama gue setelah beberapa bulan vakum dari dunia blogging *tsah*. Padahal gue punya banyak waktu luang sambil nungguin wisuda November besok, tapi kenapa bisa lupa gak ngurusin blog ya? (haha alesan doang, padahal sebenernya males *dikepruk*)

Anyway, selama beberapa bulan kemarin banyak peristiwa yang terjadi, mulai dari gue sidang skripsi, bikin jurnal yang rempongnya naudzubillah, coblosan, BBM naik, hamster gue mati, tetangga gue naik haji, sampai sakit gigi. Yak, sakit gigi. Gara-gara ini nih akhirnya gue ngerasain yang namanya operasi.

Ceritanya beberapa bulan yang lalu gigi geraham kiri-bawah gue tiba-tiba sakit. Dipake makan panas nyut-nyutan, dipake makan dingin ngilu. Setelah gue cek di kaca, ternyata eh ternyata gigi geraham gue bolong masaaa *insert emot kaget alay di sini*. Karena gue tahan-tahan udah gak kuat, akhirnya gue minum analgesik sesuai titah kanjeng mami. Tapi efek analgesiknya cuma sehari-dua hari doang karena lusa sakitnya kambuh lagi. Ampun dijeeee. Gak mungkin gue ngandelin analgesik terus kan. Akhirnya gue menyerah dan memutuskan pergi ke dokter gigi deket rumah. Sesampainya di sana, gue ceritain semua kesakitan dan kegalauan yang gue rasain selama ini.
Dokter Benny : "Yang sakit gigi sebelah mana dek?" 
Gue : "Uhm.. Yang ini, dok" *nunjuk gigi* 
Dokter Benny : "Waduh ini bolongnya dalem banget dek, di gigi paling belakang lagi. Agak sulit ini nambalnya. Kalo dicabut aja gimana?"
Gue : (۳˚Д˚)۳ (۳˚Д˚)۳ (۳˚Д˚)۳
Gue nelen ludah. Gue mulai panik karena gue takut banget sama cabut gigi. Gue kirim kode dan sinyal ke Dokter Benny supaya gue dikasi waktu buat mikir lagi dan gak cabut malem itu. Untungnya Dokter Benny sepertinya bisa menangkap kode gue, jadinya dia cuma ngasi semacam sumpel (?) buat tambalan sementara di gigi yang bolong *yes*. Dia juga bilang kalo gue harus kontrol lagi tiap minggu selama sebulan *tidaak*. Tapi berhubung gue orangnya nurut jadi gue iyain aja.

Tapi gue boongin Dokter Benny, minggu berikutnya gue gak kontrol karena gue harus ke Surabaya. Selama di Surabaya, gigi gue mulai nyut-nyutan lagi karena tambalan sementaranya udah ilang sebagian. Akhirnya gue memutuskan untuk pergi ke RSGM UNAIR buat mengakhiri penderitaan ini. Di sana gue dibikin shock karena dokternya bilang kalo gigi gue harus dioperasi karena gak bisa dicabut biasa. Dia menjelaskan kalo geraham bungsu gue tumbuhnya gak sempurna (sebagian tumbuh dan sebagian tenggelam dalam lautan luka dalam gusi), jadi butuh pembedahan biar giginya yang tenggelam bisa dicabut. Lebih lanjut, dia menjelaskan kalo gigi ini tetep dipertahankan *udah kayak hubungan aja* *plak* dampaknya bisa fatal, bahkan bisa menyebabkan kematian.

Allohu Akbar. O.. Operasi..? Kematian? *insert 100 emot shock di sini* 

Gue sebenernya bisa aja alay dengan tanya berapa persen kemungkinan berhasilnya, tapi karena takut ditindih pake dental chair akhirnya gue diem. Dokternya bilang kalo operasi geraham bungsu atau odontektomi ini normal dilakukan karena meskipun gak ada gigi ini fungsi mulut kita juga gak akan keganggu. Setelah mikir lama gue pun setuju buat odontek. Gue dijadwalin operasi satu minggu kemudian. Sebelum itu, gue diminta foto rontgen dulu buat ngeliat kondisi giginya. Biayanya cuma 10 ribu lhoo, mureee~


Foto dulu mumpung gak ada yang liat

Hari operasi pun tiba, yaitu Senin pagi (13/08/2014) jam 07.00 WIB. Gue dateng ke UPF Bedah Mulut nungguin antrian. Setelah nunggu 10 menitan nama gue dipanggil dan gue pun diperiksa sama mahasiswa ko-ass (?) yang ternyata seangkatan sama gue. Gue ditensi, dipalpasi, dijelasin PSP (Penjelasan Sebelum Persetujuan), tanda tangan informed consent, dan diajakin ngobrol sambil nunggu dokter operatornya datang. Deg-degan? Sedikit, karena sebelum operasi gue sempet baca beberapa pengalaman odontek di blog dan mereka bilang engga sakit. Akhirnya setelah beberapa menit sang dokter pun datang dengan senyum ramah banget khas dokter gigi. Setelah perkenalan gue tau bahwa nama beliau adalah Dokter Fauzi, entah masih residen atau sudah Sp.BM gue lupa. Setelah basa basi dan diagnosis sebentar gue diajak ke ruang operasi sama beliau. Ternyata di sana udah ada 2 mahasiswa ko-ass dan beberapa dokter yang pake baju ijo dan penutup rambut khas operasi. Gue duduk di dental chair sambil terus diajakin ngobrol biar gue tenang. Gue sih tenang ya, tapi begitu liat gunting, pinset, dan alat-alat lain bikin gue deg-degan. 
Gue : "Dok, dari skala 1-10 sakitnya kira-kira di rentang berapa ya?" 
Dokter Fauzi : "Hmm, mungkin sekitar 7. Tapi tergantung orangnya juga, beda-beda soalnya." 
Gue : "....."
Mahasiswa ko-ass 1 : "Gak sakit kok mbak, paling kayak digigit semut. Tapi semutnya satu truk. Ehehe." (enggak kok 2 kalimat terakhir bercanda doang)
Dokter Fauzi : "Oke, saya mulai yaa" 
Operasi pun dimulai. Yak, gue siap untuk "digigit semut". Muka gue ditutupin pake kain biar gue gak ngeri ngeliat operasinya. Gusi gue dibius lokal dengan 3 suntikan (kalo gak salah inget), dan rasanya nyeri bok, tapi masih bisa ditahan sih. Nyerinya sekitar 5 detik doang, setelah itu gue ngerasa bibir gue jadi dower bin memble gitu. Pipi rasanya juga kebas dan tebel. Setelah itu gue gak ngerasa apa-apa. Di sela-sela kain gue bisa liat kalo Dokter Fauzi mulai ngambil pisau operasi dan gue ngerasa "nyess" gitu di gusi. Rasanya ada somewhat anyir yang merembes ke lidah gue. Oh men gusi gue pasti udah dibedah dan itu pasti darah. Btw bius lokal itu cuma ngilangin sakit aja, indera pengecap kita masih tetap berfungsi jadi gue bisa ngebedain mana darah mana saliva.

Satu per satu gue ngerasa kalo gunting, pisau, tang, dan alat-alat lain masuk ke mulut gue. Awalnya gue gak ngerasain apa-apa, tapi begitu gigi gue dicabut pake tang (atau apalah namanya) gue ngerasa nyeri banget. Gue sampai angkat tangan karena sakitnya masih kerasa meskipun udah dibius. Tapi overall prosesnya emang "sakit", boong kalo di blog-blog banyak yang bilang gak terasa sakit sama sekali. Sakit sih ada, tapi masih bisa ditahan. Dari skala 1-10 sakit yang gue rasain 6 lah, tapi khusus pas gigi dicabut sakitnya 8. Ngilu banget broo. Dan lagi, gigi gue gak bisa dicabut dengan sekali tarikan, jadi giginya harus dibelah dua dulu baru dicabut satu-satu. But ladies and gentlemen, gigi gue sempet nakal waktu dicabut. Ada potongan kecil yang ketinggalan di gusi (gue juga gak tau kenapa bisa kepotong gitu), dan untuk ngeluarin potongan gigi itu lumayan lama karena letaknya nyempil dan gue udah capek mangap. Dokter Fauzi sampai bilang "mbak tolong mangapnya yang lebar ya.. ini jari saya jangan digigit.. T_T". Huahaha.. maap dok, gak sadar.

Sekitar 85 menit kemudian gigi berhasil dicabut dan tinggal proses penjahitan aja. Gue bisa ngerasain benang jaitnya keluar-masuk gusi gue dan sesekali ada rasa anyir. 10 menit kemudian odontek pun selesai dengan 5 jahitan di gusi dan gue disuruh gigit tampon kasa. Dokter Fauzi kemudian memperlihatkan geraham gue yang baru dicabut. Iww, banyak darahnya bok. Keluar ruang operasi gue ngerasa lebih enteng (haha padahal cuma kehilangan 1 gigi doang). Pipi gue juga bengkak, kebas, dan bibir masih memble karena efek biusnya masih ada. Mulut rasanya capek banget gara-gara dipake mangap hampir 90 menit, belum lagi punggung yang ikutan pegel akibat posisi tidur gak pewe. Fiuh gak papa lah yang penting penderitaan ini selesai..

Yang item-item itu jahitannya (foto H+3 operasi)

Nope. Penderitaan belum selesai. Dokter Fauzi bilang kalo gue harus gigit tampon itu selama sejam untuk menghentikan bleeding. Gak boleh ngeludah, kumur, makan panas, dan ngurek-ngurek gigi pake lidah biar jahitannya gak lepas. Gue harus kompres pipi yang bengkak pake air dingin selama 24 jam pertama, dan kompres pake air hangat di 24 jam ke dua. Dia juga bilang kalo besok gue harus kontrol lagi untuk ngeliat bleedingnya udah berhenti apa belom, dan seminggu lagi gue harus balik untuk ngambil jahitan. Oh my.. sementara jadi anak gaul RSGM dulu deh.

Biaya odontek di RSGM UNAIR cuma 400 ribu btw, lebih murah dibanding di rumah sakit lain. Untuk biaya obat gue cuma habis 17 ribu (antibiotik sama analgesik 2 macem--lupa namanya) dan biaya kontrolnya 10 ribu/kontrol (3-4 kali kontrol). Jadi kalo ditotal gue habis sekitar 500an buat odontektomi 1 gigi. It was my very first surgery and I wish it won't happen again..

Yang punya masalah gigi sama dengan gue dan disarankan untuk odontektomi mending dijalanin aja dari pada sakit terus. Operasinya emang sedikit sakit (boong kalo gak sakit sama sekali), tapi gak serem kok. Suer. Tetep tenang dan jangan panik biar operasinya lancar dan kamu cepet sembuh. Proses recoverynya beda-beda tergantung ketahanan tubuh tiap orang, beberapa juga ada yang mengalami efek samping kayak sariawan atau pusing. Kalo pengalaman gue sih kayak gini:

  • H+1 : belum bisa dipake makan, pipi bengkak, bleeding (-), kumur (-), nyeri (+)
  • H+2 : bisa dipake makan dingin+panas, pipi bengkak, kumur (-), nyeri (-)
  • H+3 : bisa dipake makan apapun, gigit apapun, kumur (-)
  • H+4 : kumur (+), gosok gigi pelan (+)
  • H+5 : gosok gigi biasa (+)
  • H+6 : udah normal kayak biasa \(‾▿‾\) (/‾▿‾)/
Yap, isemoga pengalaman gue bisa dijadikan referensi buat yang mau odontektomi juga. Ciaobellaaa~  

Thursday, March 6, 2014

Lirik Annyeong (Hello/Goodbye) - SISTAR Hyorin

Just finished watching My Love from Another Star last week and now I don't know what to do since the drama still remains in my head. I still remember every sentence that Do Min Joon said to Cheon Song Yi, which drives me crazy ever since I watched it. I looove everything about this drama, be it the characters, the twist, the story, the setting, or the soundtracks—everything is just perfect for me. 

But what I want to talk about in this post is one of it's soundtrack that sung by Hyorin. Yes, maybe some of you love this song too, just like me that keep playing the whole soundtrack especially Hello for thousand times. Here I share the lyric and English translation for you guys (though you can find it anywhere from google :p).


****


안녕 (Hello/Goodbye)*

우연히 내게 다가와
uyeonhi naege dagawa
감싸 안아주고
gamssa anajugo
서로 멍하니 바라보다
seoro meonghani baraboda
건낸 말 안녕
geonnaen mal annyeong

꿈속에서만 스쳐갔던
kkumsogeseoman seuchyeogatdeon
지금 넌 내 앞에
jigeum neon nae ape

사랑이 왔는데
sarangi wanneunde
그댄 떠난대
geudaen tteonandae
기다렸는데
gidaryeonneunde
더 볼 수가 없대
deo bol suga eopdae
늘 바보처럼
neul babocheoreom
흐르는 눈물이 말해
heureuneun nunmuri malhae
안녕 이젠 Good bye
annyeong ijen Good bye

Hello Hello Hello
Hello Hello Hello
Hello Hello
Hello Hello

다시 만날 땐 내가 먼저
dasi mannal ttaen naega meonjeo
괜찮아 안녕
gwaenchanha annyeong

꿈에서라도 마주칠까
kkumeseorado majuchilkka
두 눈을 감아요
du nuneul gamayo

사랑이 왔는데
sarangi wanneunde
그댄 떠난대
geudaen tteonandae
기다렸는데
gidaryeonneunde
더 볼 수가 없대
deo bol suga eopdae
늘 바보처럼
neul babocheoreom
흐르는 눈물이 말해
heureuneun nunmuri malhae
안녕 이젠 Good bye
annyeong ijen Good bye

시간이 서둘러
sigani seodulleo
널 내게로 데려와주길
neol naegero deryeowajugil
단 한번만 말해주길
dan hanbeonman malhaejugil
믿어지지 않는 이야기를
mideojiji annneun iyagireul

어디 있는지
eodi inneunji
내맘 아는지
naemam aneunji
보고 싶은데
bogo sipeunde
(다신 볼 수 없는 곳에)
(dasin bol su eomneun gose)
밤 하늘에 소리쳐 안녕
bam haneure sorichyeo annyeong

사랑이 왔는데
sarangi wanneunde
그댄 떠난대
geudaen tteonandae
기다렸는데
gidaryeonneunde
더 볼 수가 없대
deo bol suga eopdae
늘 바보처럼
neul babocheoreom
흐르는 눈물이 말해
heureuneun nunmuri malhae
안녕 이젠 Good bye
annyeong ijen Good bye

Hello Hello Hello
Hello Hello Hello
Hello Hello
Hello Hello

****

Hello (English Translation)

You came to me by coincidence and embraced me
And as we blankly stared at each other, you said goodbye

You only passed through in my dreams
But now you’re in front of me

Love has come
But you say you’re leaving
I waited for you
But you say I can’t see you anymore
Always like a fool
The flowing tears tell me
Goodbye now, goodbye

Hello Hello Hello
Hello Hello

When we meet again, I’ll be the first to say
I’m alright, hello

Will I see you at least in my dreams?
I close my eyes

Love has come
But you say you’re leaving
I waited for you
But you say I can’t see you anymore
Always like a fool
The flowing tears tell me
Goodbye now, goodbye

I hope time hurries up
And brings you to me
I hope you will tell me just once
Things that are unbelievable

Where are you?
Do you know my heart?
I miss you
(In a place I can’t ever see you again)
I shout to the night sky, hello

Love has come
But you say you’re leaving
I waited for you
But you say I can’t see you anymore
Always like a fool
The flowing tears tell me
Goodbye now, goodbye

Hello Hello Hello
Hello Hello

****


Click here to download the song. Ah ya, I need to apologize to some of you that asked me to review this drama through email. Sorry I haven't make it yet since I'm so busy with my internship wth. I hope weekend do come faster. (‾ε‾“ƪ)