Showing posts with label review film. Show all posts
Showing posts with label review film. Show all posts

Saturday, December 1, 2012

Review: Love in Disguise



Setelah lama gak nonton film China, akhirnya gue nemu film bagus yang SAYANG banget kalo dilewatkan. Film ini dibintangi sama si cakep Leehom sama Liu Yi Fei yang cantiknya kayak Dewi Kuan In. Film ini mencetak rekor tertinggi yang sangat mengagumkan, mengingat film director, script writer, dan record writernya dilakukan pertama kali oleh Leehom.


Film ini memusatkan ceritanya pada seorang penyanyi tampan bernama Du Minghan atau DMH yang hidupnya nyaris sempurna. Tangan dingin sang manajer mampu mengantarkan DMH menuju puncak kesuksesan dan menjadi top star di China. 

Sepulang dari pagelaran konsernya, van DMH menabrak seorang gadis yang sedang bersepeda. Gadis itu jatuh, lalu (gue gak tau kenapa) dia memainkan guzhengnya. DMH terpesona dengan permainan gadis itu. Ia melihat kupu-kupu beterbangan saat mendengar suara indah dari guzhengnya. Dari tas guzheng yang dibawa gadis itu, DMH mengetahui bahwa dia berasal dari Far East Music Academy.

DMH lalu memutuskan untuk menghampiri gadis yang ternyata bernama Song Xiao Qing itu. Dia meminta WZB, gitaris terkenal yang juga temannya untuk menemani dia bertemu Song Xiao Qing. Mereka pun akhirnya pergi ke sekolah musik tersebut dengan melakukan penyamaran-penyamaran agar orang-orang tidak mengetahui identitas mereka yang sebenarnya. Dengan identitas baru sebagai Duh Mohamoda dan WZB yang berasal dari desa antah berantah, mereka berdua pun menjadi siswa di sekolah tersebut dan masuk ke China Music Tradisional Club seperti Xiao Qing. 


Awalnya DMH hanya ingin mendengar permainan guzheng Xiao Qing agar dia bisa mendapat inspirasi dalam menciptakan lagu. Namun, lama-lama benih cinta *halah* muncul di hatinya. Saat melihat Xiao Qing ia sering membayangkan dirinya terbang ke awan lalu tidur di padang rumput yang indah. Tujuan awal DMH akhirnya berubah menjadi cinta saat dia mulai merasakan ketulusannya pada Song Xiao Qing. Namun ternyata, diam-diam Song Xiao Qing menyukai Mufan, mahasiswa yang pernah menjuarai National Composing Championship. Song Xiao Qing sering menulis puisi dan surat cinta, berharap suatu hari Mufan membacanya. Tapi akhirnya Song Xiao Qing sadar bahwa yang dia sukai adalah Duh yang sederhana dan apa adanya, bukan DMH ataupun Mufan.. 


Cast:
Wang Leehom as Du Minghan / Duh

 Liu Yifei as Song Xiaoqing

 Chen Han-tien as Wei Zhibo / WZB

Qiao Zhenyu as Mu Fan

 Joan Chen as Joan (DMH's manager)

Film ini bagus bangeeeet! Ceritanya lucu dan sangat menghibur. Mengingat ini debut pertama Leehom di dunia akting, gue nggak nyangka kalo Leehom bisa menjiwai perannya sebagai DMH dengan baik. Tokoh DMH dan WZB bener-bener membuat film ini hidup. Kalo ada hal yang bikin gue nggak suka sama film ini cuma pada scene Xiao Qing menabrak van DMH lalu tiba-tiba dia memainkan guzheng. Gue melihat ketidak-masuk-akalan di situ. Kalo gue ketabrak sih *naudzubillah, amit-amit* ya gue bakal shock, gak bakal kepikiran buat ngambil gitar dari tas terus main genjreng-genjreng gitu. Ya namanya juga flm, sebagus apa pun pasti ada kekurangannya. Tapi overall Love in Disguise ini recommended banget lah buat ditonton. Dari 1-10 gue kasih 9 buat kekonyolan film ini. :))))

Saturday, August 25, 2012

Review: Malaikat Tanpa Sayap

Sebelumnya gue mau ngucapin selamat Idul Fitri 1433 Hijriyah. Minal adizin wal faidzin buat semua pembaca kalo mungkin ada kata-kata yang gak enak di setiap postingan gue. It's pure mistakes. *sungkem*

Oke, hari ini gue mau ngulas film dari negeri sendiri yang judulnya Malaikat Tanpa Sayap. Ini film Indonesia pertama yang gue ulas karena menurut gue film ini cukup high recommended buat ditonton. Bagi para pecinta film Indonesia, film yang dirilis bulan Februari ini seperti angin segar setelah sebelum-sebelumnya masyarakat kita digempur sama film horor mesum yang gak jelas. 


Film ini bercerita tentang Vino (Adipati Dolken) yang hidupnya berubah 180 derajat setelah papanya bangkrut. Vino dan keluarganya yang dulu tinggal di rumah elit sekarang harus pindah ke sebuah rumah kontrakan kecil di dalam gang. Papanya, Amir (Surya Saputra), harus bekerja menjadi supir taksi demi bisa menghidupi Vino dan adiknya, Wina (Ghecca Qheagaveta). Semenetara mamanya kabur dari rumah dan tinggal bersama laki-laki lain. Kehidupan Vino yang berantakan ini membuatnya menjadi pemuda yang pesimis dan tertutup. 

Masalah datang ketika Wina jatuh di kamar mandi dan harus segera dioperasi. Vino dan ayahnya yang sudah tidak punya uang tidak tahu harus bagaimana. Dalam situasi yang buntu seperti itu, Vino bertemu dengan seorang calo organ tubuh (Agus Kuncoro). Calo tersebut menawarkan Vino menjadi pendonor jantung dengan imbalan yang sangat besar. Tidak punya pilihan lain, Vino akhirnya setuju untuk menjadi donor. Berkat keputusan Vino itu, Wina dapat dioperasi dan rumah lamanya yang disita oleh bank juga dapat ditebus kembali.


Di saat yang sama, Vino berkenalan dengan seorang gadis bernama Mura (Maudy Ayunda). Setelah bertemu Mura, Vino perlahan-lahan mulai membuka diri pada orang-orang di sekitarnya. Vino mulai bisa menerima keadaan papanya, dan yang paling penting dia bisa memaafkan dirinya sendiri. Berkat mengenal Mura juga Vino mulai goyah dengan keputusannya untuk menjadi pendonor jantung. Vino lalu menghindari si calo dan hal itu membuat calo marah besar, karena sebenarnya ada rahasia yang tidak diketahui Vino tentang calon penerima donor jantungnya.


Cast:
Adipati Dolken as Vino

Maudy Ayunda as Mura

Surya Saputra as Amir (Vino's Dad)
 
Kalo kita lebih jeli sedikit sebenernya ada beberapa adegan yang terkesan gak perlu di film ini. Beberapa tokoh juga kurang ditonjolkan, cuma sekedar numpang lewat aja *BUKK* *dipiting sama figuran*. Tapi walaupun begitu film ini cukup menarik buat ditonton, karena gue pribadi suka sama film sedih-sedih kayak gini. Meskipun jalan ceritanya biasa, adegan demi adegan yang disajikan cukup bisa menyentuh emosi penonton. Lagu Malaikat Juga Tahu milik Dewi Lestari yang disisipkan pada bagian paling krusial dalam film ini juga berhasil membuat film ini terasa melankolis dan menyentuh. Penempatan lagu yang pas dan tear-jerker ending membuat film ini semakin hidup. Dari 1 sampai 10 gue kasih 7.5 buat Malaikat Tanpa Sayap. ^^

Tuesday, June 12, 2012

Review: Snow White and The Huntsman

Senin kemarin gue diajakin jalan-jalan sama temen setelah kunjungan ke IPLT Keputih. Berhubung gue lagi gak ada kerjaan akhirnya gue ikut aja lah. Dan setelah rundingan, kita sepakat untuk nonton Mr. Bean Kesurupan Depe dan Snow White and the Huntsman. 


Snow White and the Huntsman ceritanya kurang lebih sama seperti fairy tale yang sering kita denger sewaktu kecil. Bedanya, di film ini ada penambahan beberapa karakter, yaitu seorang pemburu yang bernama Eric dan saudara Ratu.

Snow White adalah seorang putri dari pasangan Raja Magnus dan Ratu Eleanor. Kerajaan mereka makmur dan rakyat hidup sejahtera. Setiap hari Snow White bermain dengan William dan ia dicintai oleh semua rakyat. Sampai pada suatu hari, ibu Snow White meninggal dan membuat Raja sangat terpukul. Selang beberapa waktu, pasukan Hitam (Dark Army) datang secara misterius dan menyerang kerajaan. Akhirnya terjadilah peperangan yang diakhiri dengan kemenangan di pihak Raja Magnus. Tetapi, perang yang sesungguhnya akan terjadi. Dari sisa-sisa perang, Raja menemukan seorang tawanan wanita yang sangat cantik bernama Ravenna. Karena terpukau oleh kecantikannya, akhirnya Raja memperistri wanita itu, tanpa mengetahui bahwa Ravenna adalah pemimpin pasukan Hitam yang sangat kuat.

Raja akhirnya dibunuh oleh Ravenna dan kerajaan pun mengalami chaos. Semua pegawai istana dibunuh dan hanya segelintir orang yang dapat kabur dari kekacauan itu, salah satunya adalah William. Snow White yang tak sempat menyelamatkan diri akhirnya ditangkap oleh anak buah Ravenna dan dikurung di atas menara. Ravenna pun menjadi Ratu yang baru dengan dibantu oleh kakaknya yang bernama Finn.

Ravenna adalah wanita yang sangat terobsesi dengan kecantikan dan keabadian. Dia memiliki sebuah cermin, dan dia selalu update menanyakan siapa wanita paling cantik kepada cermin tersebut. Tentu saja cermin menjawab, "you're the fairest of them all". Tetapi beberapa tahun kemudian Ravenna sangat marah ketika cermin mengatakan bahwa saat ini Snow White lah yang paling cantik. Akhirnya Ravenna menyuruh Finn untuk membunuh Snow White. Dia ingin memakan jantungnya agar dapat hidup dalam keabadian.

Snow White berhasil kabur dari menara dan ia lari menuju Dark Forest untuk bersembunyi. Finn dan Ravenna yang tidak tahu seluk beluk Dark Forest kemudian menyuruh seorang Huntsman untuk memburu Snow White dengan imbalan istrinya yang sudah meninggal akan dihidupkan kembali. Tapi setelah mengetahui bahwa Ravenna yang dapat menghidupkan istrinya kembali adalah suatu kebohongan, Huntsman pun marah. Ia berbalik menyelamatkan Snow White dengan masuk ke hutan lebih jauh. Bersama sang Huntsman, Snow White berpetualang di Dark Forest dan bertemu dengan makhluk-makhluk aneh seperti Troll, peri, dan kijang. Mereka juga bertemu dengan para kurcaci yang nantinya akan membantu Snow White.

William yang mengetahui bahwa Snow White masih hidup memutuskan untuk menyamar sebagai pemanah dan bergabung dengan pasukan Finn untuk memburu Snow White. Finn akhirnya menemukan tempat persembunyian Snow White. Peperangan kecil terjadi, yang diakhiri dengan terbunuhnya Finn oleh Huntsman. William dan Snow White pun bertemu kembali, dan kemudian bersama-sama melanjutkan perjalanan menuju Hammond's Castle.

Di tengah perjalanan, William memberi Snow White sebuah apel. Teringat masa kecilnya, Snow White mengambil apel tersebut lalu memakannya. Snow White langsung jatuh dan "sekarat". Ternyata, yang memberi apel tersebut adalah Ravenna yang sedang menyamar menjadi William. Ravenna tinggal selangkah lagi untuk mengakhiri hidup Snow White, tetapi gagal karena Huntsman dan William asli datang.


Mereka membawa tubuh Snow White ke Hammond's Castle. William, Huntsman, dan seluruh rakyat yang tersisa sangat sedih melihat tubuh Snow White tergeletak seperti orang mati. William mencium Snow White, dengan harapan gadis yang disukainya itu hidup kembali. Tapi nihil, Snow White tetap "tertidur pulas". Namun saat Huntsman yang mencium Snow White, mantranya dapat dipecahkan dan Snow White akhirnya "hidup" kembali.

Setelah itu Snow White mengumpulkan pasukan dan bersama-sama menyerang Ravenna dan pasukannya. Ravenna berhasil dibunuh oleh Snow White setelah ditikam di bagian jantungnya. Kerajaan pun kembali sejahtera dan Snow White dinobatkan sebagai Ratu yang disambut oleh sorakan rakyat. Di keramaian itu, Snow White menatap Huntsman dan keduanya saling tersenyum...

Cast:
Kristen Stewart as Snow White

 Charlize Theron as Ravenna

Chris Hemsworth as the Huntsman

 Sam Claflin as William <3

Nah gimana ceritanya? Seru? Menegangkan? Romantis? Kalo menurut gue sih lumayan seru. Adegan menegangkannya juga dapet. Alurnya juga simpel dan gak susah diikuti. Kalo dari sisi fantasi.. ya dapetlah. Animasi yang dipake bisa membuat cerita lebih hidup. Overall film ini cukup menghibur. Kalo dari rentang 1 sampai 10 gue kasih 7.5 lah ya buat film ini. Hehe. Kalopun ada hal yang mengusik gue itu cuma satu, di bagian endingnya. Di akhir cerita gak dijelasin akhirnya Snow White sama siapa. Ya masa cuma liat-liatan sama Huntsman terus tamat -___-. Plis deeeh, kalo gitu doang ya gak ada gregetnya lah. Harusnya Snow White sama William aja, soalnya Huntsman keliatan tua banget kalo dijejerin sama dia. Bhahahak. #BUGHH #ditibanTroll

Nah itu dulu yang mau gue review. Yang suka film bergenre action-fantasy silakan nonton film ini. :)

Bubbaaaaaay!

Thursday, February 23, 2012

Review : New Girl

Who's that girl.. Who's that girl.. Who's that girl.. It's Jess!

Itulah opening theme dari serial baru yang diproduksi oleh Amerika tersebut. Setelah sukses dengan serial Glee, kini Fox kembali menayangkan sitkom baru pada akhir 2011 kemarin. Serial yang berjudul New Girl ini mendapat banyak pujian dari para penonton dan kritikus, terutama pada akting Zooey Deschanel. Selain Zooey, New Girl juga dibintangi oleh Jake Johnson, Max Greenfield, Lamorne Morris, dan Hannah Simone. Sesuai judulnya, New Girl bercerita tentang "gadis baru", atau lebih tepatnya penghuni baru di sebuah apartemen.

New Girl (2011)

Jessica Day (Zooey Deschanel) adalah seorang gadis yang.. uhmm.. apa ya.. gue agak susah mendeskripsikan watak Jess ini, tapi intinya dia unik dan menakjubkan. Jadi, setelah putus dengan pacarnya gara-gara diselingkuhin, si Jess ini nyari apartemen baru buat tinggal. Singkat cerita, akhirnya dia pindah ke sebuah apartemen yang ditempati oleh tiga cowok, Schmidt, Nick, dan Winston.

Cast : 

Zooey Deschanel as Jessica Day

Di sini Zooey berperan sebagai Jess, the new girl in that apartment. Jess adalah tipikal cewek yang ceria, punya selera unik, dan so-old-fashioned. Dia sering berbicara dengan nada-nada seperti orang bernyanyi, yang tentu hal itu sangat dibenci oleh ketiga temannya.




Jake M. Johnson as Nick Miller

Nick adalah salah satu temen seapartemen Jess. Setelah drop out dari sekolah hukum dia memutuskan untuk jadi bartender. Kelemahan Nick adalah susah move on dari mantannya. Dia pernah meminta Jess untuk berpura-pura jadi ceweknya buat nunjukin ke si mantan kalo dia masih bisa hidup meski sudah diputusin. Di salah satu episode Cece sempet ngira kalo Nick suka sama Jess beneran :).

Lamorne Morris as Winston Bishop

Winston adalah seorang pemain basket yang baru kembali dari  Latvia. Kalo Nick adalah tipikal cowok yang sulit move on, maka Winston adalah cowok yang sulit dapet pekerjaan. Dari sekian interview yang pernah dia ikuti tidak ada satu pun yang diterima. *free puk-puk buat Winston*



Max Greenfield as Schmidt

Sebagai satu-satunya cowok di tempat dia bekerja, Schmidt selalu jadi sasaran keisengan teman-teman kantornya yang cewek. Ngerasa punya wajah ganteng, dia selalu ngira bahwa dirinya adalah seorang cassanova *pret*. Dia pernah nyoba deketin Cece, tapi sayangnya Cece gak pernah nanggepin serius.



Hannah Simone as Cecilia Meyers

Cecilia, atau yang biasa dipanggil Cece ini adalah sahabat baik Jess sejak kecil. Sifat dan gayanya sangat bertolak belakang dengan Jess. Cece seorang model dan fashionista, banyak cowok yang berusaha deketin dia.







Menurut gue serial ini cukup menarik lah buat ditonton. Unsur persahabatannya membuat serial ini enak untuk diikutin. Kalo dari segi komedi, yah gak begitu lucu sih, soalnya ada beberapa komedi dewasa khas Amerika yang ditonjolkan and I don't really like that. Kalo mau komedi ya komedi aja, gak usah disangkutin sama "hal-hal" kayak gitu. Eh kok gue jadi keliatan kayak marah-marah ya? >__<

Tapi gue maklum, ini serial Hollywood dan hal-hal yang seperti itu udah biasa ditampilkan. But this is Indonesia so I don't recommend those who under 17 to watch this. Better you watch Tutur Tinular which is more suitable for you guys. Tapi yang paling gue suka dari serial ini adalah si Zooey Deschanel yang jadi main cast. Gue udah suka dia sejak liat 500 Days of Summer, dan sejak itu gue selalu nonton film-filmnya. She's so damn beautiful! It's such a gifts that she has wonderful smiles and bright eyes.


Bonne nuit, mes amis! <-- ini gue dapet dari google translate. Semoga artinya bener.

Monday, February 6, 2012

Review : Nanny McPhee And The Big Bang

Halooo..

Hari ini gue mau ngereview high recommended film yang so worth to watch nih. Dari judul postingan di atas pasti udah tau kan film apa yang mau gue ulas? Hohoho.. bener banget, yang mau gue ulas adalah film Box Office keluaran 2010 kemarin yang berjudul Nanny McPhee and The Big Bang. Yang udah pernah nonton pasti tahu kenapa gue milih film ini buat diulas. Selain karena alurnya yang seru dan gampang diikutin, pesan moral yang ingin disampaikan film ini bener-bener "sampai" di penonton.


Sebenernya Nanny McPhee and The Big Bang adalah film kedua dari trilogi Nanny McPhee. Film yang pertama sendiri udah keluar tahun 2005 kemarin. Bedanya, film ini bersetting beberapa puluh tahun setelah film pertama, saat Inggris sedang dilanda Perang Dunia 2. Jadi jangan heran kalo di akhir cerita nanti ada salah satu tokoh dari film pertama yang muncul kembali di sini :). Emma Thompson tetap berperan sebagai Nanny McPhee yang bertugas membantu dan "mendidik" anak-anak nakal menjadi anak baik dengan kekuatan bulan ajaibnya. Nah, keluarga yang beruntung untuk didatangi si Nanny ini adalah keluarga Green.

Keluarga Green ini tinggal di suatu desa di Inggris yang jauh dari perkotaan. Mrs. Green harus bekerja sekaligus mengurus tiga anaknya seorang diri sebab suaminya sedang dikirim untuk berperang. Masalah datang ketika keponakan Mrs. Green, Cyril dan Celia, diungsikan ke rumahnya untuk menghindari perang. Sejak kedatangannya, Cyril dan Celia tidak dapat akur dengan ketiga anak Mrs. Green, yaitu Norman, Megsie dan Vincent (ya ampuun, Vincent unyu bangeeeet! :3). 

Mrs. Green semakin kewalahan menghadapi anak-anak dan keponakannya yang selalu bertengkar setiap hari, sampai akhirnya datanglah Nanny McPhee (small c big P, wekekek..). Tapi, masalah tidak berhenti sampai di situ. Uncle Phil yang sedang dililit hutang terus saja memaksa Mrs. Green agar mau menjual farm mereka (ceritanya farm itu milik patungan gitu). Berkat Nanny McPhee, kelima anak tersebut akhirnya dapat akur dan menyelamatkan farm dari tangan Uncle Phil. *tepuk tangan* 


Gue sukaaaaaa banget sama film ini. Dari pada yang pertama, gue lebih prefer liat sekuel kedua ini. Konflik di film kedua lebih hidup, seru dan penyelesaiannya nggak dilakukan sesederhana seperti di film pertama. Selain itu, kekonyolan di film kedua ini lebih "segar", apalagi pas part-nya Uncle Phil dikejar-kejar sama debt collector :P. Akhir cerita juga nggak terduga dan cukup mengharukan. *tissue mana tissue*

Ini dia nih cast-nya :
 Emma Thompson as Nanny McPhee
 
Maggie Gyllenhaal as Mrs. Green
 
Rhys Ifans as Uncle Phil
 
Asa Butterfield as Norman Green
 
 Lil Woods as Megsie Green
 Oscar Steer as Vincent Green (unyuuu <3)
 
Eros Vlahos as Cyril Gray
 
Rosie Taylor-Ritson as Celia Green 

As far, film ini sangat mendidik dan menghibur. Yang punya adek boleh ngajak adeknya nonton ini, dari pada nonton film lain yang nggak bermutu :).
 
Adioooos~

Monday, June 20, 2011

Sinopsis Crazy Little Thing Called Love

Haloooo..

Oke, gak usah bertele-tele deh. Di postingan kali ini gue mau bahas film lagi. And, the lucky one which I wanna review is.. Crazy Little Thing Called Love.


Mungkin ada yang bertanya-tanya dalam hati kenapa judulnya agak panjang. Gue juga nggak tau tuh kenapa.. Yang penting film Thailand ini RECOMMENDED banget (iya, ini emang film Thailand, ga usah kaget dong). Gue sampai nulis pake huruf kapital semua buat ngeyakinin kalo film yang diproduksi tahun 2010 ini emang wajib buat ditonton. Selain itu alurnya juga bagus, gak berbelit-belit, ngena, dan pemainnya juga cakep-cakep. Kalo dari segi cerita, menurut gue sangat gak ngebosenin dan gak menuntut penonton untuk serius seperti ketika kalian nonton Scream 4 atau Inception. Film Crazy Little Thing Called Love  ini sebenernya mengangkat tema yang standar : cinta. Tapi entah kenapa pas liat film ini kata-kata seperti “alah, paling juga gitu-gitu doang ceritanya” berubah jadi “ebuset, ini sih bagus banget!” 

Gak heran kalo film ini jadi Asian Box Office 2010. Salut deh. *tepuk tangan berjamaah*

Ehem. Jadi, film ini bercerita tentang Nam (Pimchanok Leuwisedpaiboon), cewek SMA jelek berkulit hitam, berkacamata, dan berambut kayak sapu ijuk, yang jatuh cinta sama seniornya yang bernama Shone (demi apa ya, si Shone ini cakeep gilaa!!). Awalnya Nam cuma bisa ngeliat Shone (Mario Maurer) dari jauh sambil curi-curi pandang gitu. Tapi lama-lama Shone tau kalo Nam merhatiin dia. 

Berawal dari keputusan guru In, Nam ditunjuk sebagai Putri Salju dalam drama yang diadakan oleh sekolah. Guru In meminta bantuan Pin, murid senior yang jago dandan, sebagai penanggung jawab make up para pemain drama. Pin merias wajah Nam hingga jadi lebih cantik dari pada biasanya. Ketika Pin minta pendapat Shone mengenai wajah Nam, Shone malah menjawab “dia terlihat sama saja. Putri Salju dengan behel gigi.” 
Dari situ, Nam kemudian berusaha untuk mempercantik diri. Dia coba mutihin kulitnya selama liburan. Akhirnya, Nam bener-bener jadi cantik dan membuat semua cowok jatuh cinta. Shone juga perlahan-lahan mulai tertarik sama Nam, tapi dia gak bisa jujur karena sahabatnya, Top (Acharanat Ariyaritwikol), juga suka sama Nam.  Demi Top, Shone rela mundur dan membiarkan sahabatnya itu mengejar Nam. Tapi dasar yang namanya cinta ya, sebesar apapun batu yang menghalangi bakal runtuh juga.

Ini nih, gue kasi gambar pemain-pemainnya. Cekiprot.




Pimchanok Leuwisedpaiboon as Nam


Mario Maurer as Shone.. rawr!
Teacher In.. (i laugh a lot whenever i see her face. lol)
 
Acharanat Ariyaritwikol as Top



Nam's friends.. Sorry i don't know their names :p

Actually, this was my first time to watch a Thai movie, so I really don't know what to expect. But then, the movie is great. It is worth watching. Buat kalian yang mulai bosen dengan film-film Korea dan Jepang, Crazy Little Thing Called Love bisa jadi alternatif tontonan. Adegan sedih, romantis, sampai lucu bisa kalian temukan di sini. Kalo gue sih kebanyakan ngakaknya, apalagi pas bagian guru In ditampilkan. Hahahaha. Ngakak parah :DD. Gue juga salut sama tim make up artisnya. They're great.
Okelah, sampai di sini dulu review gue. Kalo ada film lain yang high recommended bakal gue ulas di sini lagi.
See ya!

Monday, November 22, 2010

Komentar Setelah Nonton Harry Potter and The Deathly Hallows..

Hi people, apa kalian juga sedang tergila-gila dengan film yang satu ini? Kalo gw, iya :D

Gw sendiri sebenernya bukan penggemar film cowok-berkacamata-yang-punya-tanda-lightning-di-dahinya. Kemaren pas gw nonton itu cuma sekedar menghabiskan waktu. Ehhmm.. sebenernya bukan menghabiskan waktu sih.. Kemaren gw ke rumah sepupu gw Brenda karena, ehm, takut sendirian di kos >.<

Semuanya gara-gara Tiyo, anak kamar sebelah yang cerita-cerita soal setan di kos (ehm, permisi.. gak ada niatan apapun lho). Tiyo cerita kalo di kamarnya ada hantu. Katanya barang-barang di mejanya dijatoh-jatohin gitu, terus pas tidur tiba-tiba ada yang manggil-manggil namanya pake suara lirih, terus.. *keringat dingin ngucur*. Gw, yang notabene cewek gak takut sama hal-hal kayak begituan, mau nggak mau jadi kemakan omongannya si semprul itu. Jadi pengen nendang si Tiyo nih kalo keinget kejadian itu.
 
\|  ̄ヘ ̄|/_______θ☆( *o*)/   <--- gw nendang Tiyo.. hwkwk
(hehe.. salam damai ya Yo :P)

Jadi, dari pada bengong dan membayangkan hal yang tidak-tidak di kos, gw akhirnya nonton sama sepupu gw Brenda. Film yang lagi diputer saat itu : Hantu Tanah Kusir, Harry Potter, Heart 2 Heart, sama apalagi gw lupa judulnya. Karena kita berdua pada nggak begitu suka film romance Indonesia, akhirnya kita memutuskan untuk nonton : Hantu Tanah Kusir Harry Potter and The Deathly Hallows.

Begitu keluar dari bioskop, kata pertama yang keluar dari bibir gw adalah, "alamak, keren banget filmnyaaa!!" Gila, baru kali ini gw dapet feel pas liat Harpot. Sebelum-sebelumnya nggak pernah gw se excited ini. Dan, bagian yang gw paling suka dari film ini adalah part saat Harry, Ron, dan Hermione nyusup ke Kementrian Sihir dengan nyamar pake ramuan Polyjuice. Lucu banget pas Ron ketemu istri "gadungannya". Hahaha.. lol.

Overall, gw suka semua part di film ini. Sedih, tegang, tapi ada lucunya juga. Jadi penasaran sama lanjutannya nih.. heheh.. Buat kalian yang belom nonton, buruan nonton deh, gw jamin gak bakalan nyesel, tapi saran gw jangan nonton yang bajakan, takutnya kalian gak dapet feel pas adegan tegang.
O iya, efeknya KEREN bangeeett.. :) hahaha


Okay, have a nice day, guys. Adios :D

Thursday, January 21, 2010

Sinopsis How To Keep My Love

Hi, selamat malam :)

Seneng banget gw bisa ngepost beberapa kali dalam sepekan. Sepertinya beberapa hari ini gw lagi produktif-produktifnya nulis blog.. hohoho.. ini salah satu upaya gw biar internet di rumah ga sia-sia. Haha.. manusia emang makhluk yang nggak mau rugi.

Kali ini topik kita kembali ke Korea dan teman-temannya. Seperti janji gw pada postingan sebelumnya, gw mau ngereview film-film Korea jadul yang high recommended. Salah satunya How to Keep My Love ini.


My Boyfriend’s Romance / How To Keep My Love
 

Genre    : Romance / Comedy
Runtime : 112 minutes
Starring  : Kim Jeong-Eun, Kim Sang-Kyung, Oh Seung-Hye


Hyun Ju adalah seorang wanita yang bekerja sebagai petugas loket kereta api bawah tanah. Dia adalah wanita dewasa yang terobsesi dengan cowoknya. Dia pengen banget nikah, tapi si cowok yang ditunggu-tunggu nggak pernah melamarnya. Hyun Ju sedih, mengingat umurnya semakin lama semakin bertambah tua tapi nggak kunjung menikah juga. Dia sendiri malu mau tanya kapan So Hoon (pacarnya) ngelamar dia. Hyun Ju berprinsip bahwa cowok yang harus ngomong duluan.


Hyun Ju tinggal bersama keempat temennya di sebuah rumah yang merangkap sebagai toko. Kerap kali Hyun Ju bercerita mengenai hubungannya dengan So Hoon yang belum mencapai "akhir" (I mean, pernikahan) itu kepada teman-temannya. Padahal mereka udah 7 taun pacaran, tapi So Hoon belum juga melamar Hyun Ju. Hal ini terus mengusik Hyun Ju.

Kegalauan Hyun Ju semakin bertambah ketika So Hoon bertemu dengan Eun Da, seorang artis cantik, secara tidak sengaja. So Hoon, yang bekerja sebagai pembasmi hama di sebuah perusahaan ternama (I know, kurang elit emang), menemukan serangga langka di pundak Eun Da ketika keduanya terjebak di dalam lift. Sejak kejadian itu, Eun Da pun mulai tertarik pada So Hoon. 

Setelah kejadian di lift itu, Eun Da mulai mendekati So Hoon. Hyun Ju jelas nggak terima ada cewek lain yang menggoda cowoknya. Dia pun berusaha menjauhkan Eun Da dan So Hoon dengan bantuan teman-temannya. Namun caranya tidak berhasil, sebab teman-temannya malah lebih bersimpati pada Eun Da, karena Eun Da tidak seburuk yang selama ini dibicarakan Hyun Ju.

 
Hyun Ju dan teman-temannya sampai berurusan dengan polisi gara-gara berusaha menjauhkan Eun Da dan So Hoon


Di akhir cerita, Eun Da meminta So Hoon untuk memilih salah satu di antara mereka. Eun Da menawari So Hoon untuk tinggal di Hawai bersamanya. Hyun Ju pun sudah siap dengan keputusan apa pun yang akan diambil So Hoon, walau pun sebenarnya dia masih sangat nggak rela. Trus, keputusan apa yang bakal diambil So Hoon? Siapakah yang akan dia pilih? Kalo mo tau, mending nonton sendiri aja yaa.. hehe..

Film ini gw kasih nilai 75 aja deh. Dari segi cerita, film ini nggak begitu berbelit-belit. Jalan ceritanya mudah diikuti dan nggak ngebosenin. Yang main juga lumayan cantik dan cakep-cakep kok.. jadi nggak rugi kalo nonton :P